Cara Mengatasi Tembok Lembab

Masalah tembok lembab adalah musuh bagi bangunan rumah di musim penghujan. Karena cuaca sering basah dan tidak banyak mendapatkan sinar matahari, tembok jarang sekali kering. Jika tidak mendapatkan perawatan khusus, hal ini bisa menyebabkan banyak hal negatif. Untuk memastikan Anda tahu benar soal masalah ini serta cara mengatasi tembok lembab, mari bahas lebih banyak tentangnya disini!

Ketahui Penyebabnya Terlebih Dahulu

Sebelum membahas cara mengatasi tembok lembab, ada baiknya membahas lebih dahulu apa saja penyebab dari tembok lembab ini.

Selalu Basah

Hal yang menjadi masalah utama dari tembok lembab adalah basah. Jika tembok Anda selalu terkena air, otomatis tingkat lembabnya bisa meningkat. Jika Anda memiliki tembok yang ditempeli pipa dan tampak selalu basah, area tembok itu pasti lembab. Masalah seperti ini umum ditemukan saat pemasangan pipa tidak pas ataupun saat terjadi kebocoran.

Kurang Sinar Matahari

Di saat musim penghujan, matahari jarang muncul. Di area rumah yang tidak terkena matahari sering, pasti situasinya lebih parah lagi. Area seperti di belakang rumah, dekat selokan dan banyak tempat lain, biasanya jarang kena matahari. Di situ Anda pasti merasakan area lembab, basah dan terkadang berbau. Karena mudah sekali terjadi, Anda harus perhatikan pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah agar tidak ada tempat yang mudah mengalami tembok lembab.

Berdekatan dengan Area Basah

Walaupun tidak selalu basah, area yang berdekatan dengan badan air pasti mudah lembab. Contoh saja area rumah di pegunungan yang dekat mata air, got, drainase atau sumur. Karena dekat dengan air, area ini otomatis mudah jadi lembab saat tidak terkena matahari.

Masalah Cuaca dan Iklim

Masalah iklim dan cuaca juga membuat tembok lembab dengan mudah. Tempat seperti pegunungan yang sering mengalami hujan pasti lebih mudah menjadi lembab dibandingkan rumah di pinggir pantai. Pantai walaupun dekat dengan badan air, suasananya lebih panas dan berangin. Jika di pegunungan, hal ini bisa berbeda. Pohon – pohon menjadi payung dari matahari dan angin kencang. Karena itu, rumah di pegunungan sering mengalami dinding lembab.

Masalah yang Timbul Akibat Tembok Lembab

Jika masalah tembok lembab tidak segera diatasi, banyak hal bisa timbul. Mari bahas apa saja yang bisa timbul dari tembok lembab yang dibiarkan dalam waktu lama:

Rumah Berbau

Hal pertama yang terjadi adalah rumah bau. Tembok lembab biasanya menjadi tempat berkembang organisme seperti jamur dan lumut. Hal ini bisa berukuran mikro pada awalnya. Karena ukuran kecil, Anda hanya bisa mendeteksinya dari bau yang dihasilkan.

Memudahkan Perkembangan Penyakit

Selain mikro organisme lumut dan jamur, penyakit bisa juga berkumpul di sini. Kondisi lembab adalah ladang subur untuk perkembangan bakteri. Tembok yang lembab bisa jadi sumber penyakit jika tidak dibersihkan. Jadi semisal anak – anak memegang tembok lembab dan makan snack tanpa cuci tangan, mereka akan lebih mudah terkena penyakit.

Tumbuh Lumut dan Jamur

Mikro organisme lumut dan jamur yang kecil dan kasat mata bisa berubah menjadi besar jika dibiarkan. Saat lapisan cat dinding lebur dan menjadi lebih subur, jamur dan lumut besar bisa keluar di situ. Saat lumut dan jamur besar muncul, tentu dinding akan makin kotor dan bau tidak sedap makin menyebar.

Mengundang Hama

Jika udara sudah mulai tidak nyaman, dingin, lembab dan dinding dihiasi jamur dan lumut, hama tentu datang. Hama ini bisa berupa serangga, reptil, cacing dan moluska. Serangga bisa hal kecil seperti semut, tapi juga bisa besar seperti kecoa. Untuk reptil, kadal dan cicak adalah hal yang umum. Sedangkan mollusk bisa berupa siput, lintah dan sejenisnya.

Tampilan Tembok Tidak Cantik Lagi

Jika kerusakan dari lumut, jamur dan hama sudah banyak, tampilan tembok pasti rusak. Tidak lagi tampilan tembok yang mulus tampak. Biasanya kondisi ini juga membuat tembok lapuk dan cat tidak lagi menempel.

Kerusakan Pada Rumah

Jika masalah ini tidak segera diatasi, lumut dan jamur akan memakan pada sisi dinding dan mengurangi kekuatannya. Kerusakan pada dinding menjadi masalah yang serius karena dinding makin lapuk. Jika core-nya sampai bermasalah, dinding bisa roboh.

Cara Mengatasi Tembok yang Lembab

Nah, setelah Anda tahu masalah yang bisa muncul dan penyebab dari tembok lembab, sekarang waktunya membahas cara mengatasinya. Berikutlah adalah bahasannya:

Menggunakan Cat Tembok Anti Lembab

Cara pertama adalah melakukan perombakan pada dinding dan melapisinya dengan cat tembok anti lembab. Cat ini merupakan produk khusus yang sedikit lebih mahal daripada cat biasa. Kelebihannya tentu menyerap kelembapan. Biasanya cat ini sering digunakan di kamar mandi dan area rumah yang sering basah lainnya.

Cat dinding waterproof juga cocok untuk hal ini. Berbeda dengan cat dinding yang menyerap kelembaban, cat ini memang anti air. Saat ada air yang menempel, air langsung meleset jatuh ke tanah. Jenis cat ini membuat tembok bisa dicuci walaupun terkena noda basah.

Menggunakan Layer Proteksi Khusus

Jika tidak menggunakan cat khusus, Anda juga bisa menggunakan jenis wallpaper untuk dinding lembab. Wallpaper ini bisa berupa lapisan tahan air yang mirip campuran kertas dan plastic. Pilihan lain adalah foam. Wallpaper foam biasanya digunakan di studio untuk peredam suara tapi juga bisa melindungi dari masalah tembok lembab.

Rutin Melakukan Maintenance Untuk Water Damage

Bagi Anda yang belum mengalami tembok lembab, ada baiknya melakukan maintenance untuk mencegahnya. Biasanya area tembok yang dilalui pipa harus dicek. Masalah rembes bisa membuat tembok lembab dari dalam.

Maintenance pada tembok, cek kebocoran pipa dan juga pengecatan kembali bisa jadi solusi. Maintenance cukup dilakukan sekitar 2 tahun sekali. Jika ada tanda – tanda lembab di dinding, langsung saja hubungi pihak profesional untuk mengatasinya. 

Aplikasi Cat Anti Jamur Secara Rutin

Cat yang anti lembab belum tentu bebas dari masalah jamur. Saat udara sekitar dinding lembab, ada kemungkinan jamur dan lumut bisa menempel di situ. Enzim pada lumut dan jamur bisa merusak lapisan proteksi pada cat biasa. Karena itu, pastikan juga menggunakan cat anti jamur sebagai pelapis akhir.

Cat anti jamur ini harus diaplikasikan beberapa tahun sekali karena bisa luntur. Umumnya aplikasi lapisan pelindung ini lebih simpel daripada mengecat ulang. Cat ini bisa berupa bening tapi juga bisa campur dengan bahan cat. Selama sering digunakan rutin, dinding Anda bisa tetap cantik dan bebas jamur.

Sekian bahasan tentang segala informasi seputar tembok lembab dan cara mengatasinya. Mudah – mudahan bahasan di artikel ini membuka wawasan Anda seputar masalah ini. Jangan sampai Anda membiarkan tembok tidak terawat dan terserang masalah lembab. Pastikan rawat dan perhatikan rutin cat dinding Anda.

Leave a Comment